Senin, 06 Juli 2009

proposal fisika

PENGARUH PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KINEMATIKA GERAK LURUS DI KELAS I SEMESTER I SMA NEGERI 3 TEBING TINGGI TAHUN AJARAN 2004/2005

Oleh
TARIDA SUANDES SITANGGANG
NIM : 20311201

ABSTRAK
Yang merupakan permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pengajarana dengan menggunakan peta konsep terhadapa hasil belajar siswa pada ateri pokok Kinematika Gerak Lurus di kelas I Semester I di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 2004/2005. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SMA Negeri 3 Tebing Tinggi yang berjumlah 220 orang yang terbagi atas 5 kelas parallel. Sampel penelitian ada dua kelas yang dipilih secara random dari kelas populsi yaitu kelas 15 sebagai kelas eksperimen dan kelas 14 sebagai kelas control yang masing-masing berjumlah 42 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.
Sebagai alat pengumpul data digunakan tes pilihan berganda yang diambil dari soal-soal SPMB dan UAN. Sebelum pengujian hipotess, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Dari penelitian ini diperoleh bahwa samapel beraal dari populsi yang memiliki varians yang homogen dan berdistribusi normal.
Dari analisa data diperoleh nilai rata-rata pos tes kelompok meksperimen ( pengajaran dengan menggunkan peta konsep ) adalah 6,69 dan kelompok control ( pengajaran yang tidak menggunakan peta konsep ) adalah 4,83. Hasil uji kesamaan rata-rata dua pihak diperoleh harga thitung = 6,888 sedangkan untuk = 0,05 diperoleh ttabel = 1,993. Oleh karena thitung > ttabel maka hipotesis Ha diterima, yang berarti ada pengaruh pengajran menggunkan peta konsep terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus kelas I Semester I di SMU Negeri 3Tebing Tinggi Tahun Ajaran 2004/2005.
Kata Kunci : Peta Konsep, hasil belajar, prestasi belajar
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Akhir-akhir ini yang menjadi sorotan pemerintah dan kalangan masyarakat terhadap pendidikan menunjukan bahwa hasil belajar anak didik Indonesia sangat rendah. seperti yang dikemukakan oleh Yahyu Umar ( dalam kompas, 8 Desember 2003 : 2 ) : “Kemampuan anak Indonesia dalam bidang Matematika dan IPA dari tahun ke tahun rata-rata nilai 4,5 sampai 5,0 “. Hal ini juga dapat diketahui dari evaluasi tiap semester yang dilakukan di tiap SMU seperti yang terjadi di SMUN 3 Tebing Tinggi pada ahun ajaran 2002/2003 tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi fisika hanya mampu mencapai < 50 %.
Maka dari hal itu dapat dikatakan bahwa rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa khususnya pelajaran fisika disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pelajaran dan juga karena strategi belajar mengajar yang kurang memadai. Dengan demikian, strategi belajar mengajar sangat penting untuk memperoleh hasil belajar siswa.
Agar belajar bermakna dapat terjadi, maka diperlukan suatu media yang dapat mengarahkan siswa. Salah satu media tersebut adalah peta konsep. Dengan adanya peta konsep, dapat menarik perhatian siswa dan mengurangi kesulitan dalam memahami materi pelajaran, disamping itu juga dapat membantu memperbaiki keterampilan baru bagi siswa dalam belajar, karena peta konsep ini merupakan pengetahuan yang sistematis dan singkat. Namun terdapat banyak konsep di dalamnya.
Berdasarkan uraian di atas penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian “ Pengaruh peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kinematika gerak lurus di kelas I Semester I SMA N 3 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 2004/2005.

PEMBATASAN MASALAH
Batasan-masalah dalam penelitian ini adalah :
Di SMAN 3 Tebing Tinggi tahun ajaran 2004/2005
Materi pokok Kinematika Gerak Lurus kelas I SMA
Pengajaran dengan menggunakan Peta Konsep

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengethui sejauh mana pengaruh pembelajaran dengan menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kinematika gerak lurus kelas I semester I SMAN 3 Tebing Tinggi tahun ajaran 2004/2005

MANFAAT PENELITIAN
Menambah pengetahuan tentang eta konsep dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
Menghemat waktu penyampaian informasi atau konsep-konsep

METODE PENELITIAN
Waktu dan lokasi penelitian
Penelitian dilaksanakan tahun ajaan 2004/2005 bulan AGUSTUS-September semester I di kelas 1 SMA Negeri Tebing Tinggi
Populasi dan sampel
Populasi
Populasi dlam penelitian ini adalah semua siswa kelas 1 sebanyak 220 orag SMA Negeri 3 Tebing Tinggi tahun ajaran 2004/2005
Sampel
Teknik pengambilan sample adlah dengan menggunakan sample kelompok ( cluster sampling ). Kelas 14 dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas 15 sebagai kelas eksperimen
Variabel Penelitian
1. Variabel bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengajaran dengan menggunakan peta konsep dan pengajaran tanpa menggunakan peta konsep
2. Variabel terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa
Rancangan Penelitian
Penelitian ini bersifat eksperimental dengan dua perlakuan berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.



Kelas
Tes Kemampuan Awal
Perlakuan
( Variabel Bebas )
Tes Belajar
( Variabel terikat )
Eksperimen
Y1
X1
Y2
Kontrol
Y1
X2
Y2

Keterangn Y1 = Tes kemampuan awal
Y2 = Tes hasil belajar
X1 = Pengajaran dengan mengunaka peta konsep
X2 = Pengajaran tanpa mengguakan peta konsep
Langkah-langkah penelitian
a. Tahap Persiapan
- Menyusun jadwal penelitian
- Membuat tes
- Menyusun program satuan pelajaran
b. Tahap Pelakasanaan
- Menyusun kelas sampel dari populasi yang ada
- Melaksqnakn proses belajar mengajar yang ada
- Memberikan tes hasil akhir

Prosedur Pelaksanaan Penelitian
1) Memberikan tes kemampuan awal
2) Memberikan pengajaran dengan menggunakan peta konsep pada kelas eksperimen dan memberi pengajaran tanpa peta konsep pada kelas control
3) Memberikan tes hasil belajar

Alat dan Teknik Pengumpulan Data
1.Alat pengumpul data
Tes hasil belajar, tes yang digunakan diambil dari soal-soal SPMB dan UAN
Validitas isi
Validitas isi berdasarkan pada kurikulum, buku pegangan guru/ siswa dituangkan dalam table spesifikasi soal-soal UAN dan SPMB.


Spesifikasi soal-soal kinematika gerak lurus
NO.
Materi
Nomor Soal
Kategori
Jumlah
C1
C2
C3
C4
C5
C6
1.
Jarak dan pepindahan
(No.19)
1





1
2.
Kelajuan dan kecepatan
(No.1,2,6)

3




3
3.
Perlajuan dan percepatan
(No.4,7)
1
1




2
4.
Gerak Lurus Beraturan
(No. 9,15,16,11)

3
1



4
5.
Gerak Lurus Berubah Beraturan
(No.3,5,8,17,12)
1
2
2



5
6.
Gerak Jatuh Bebas
(No.10,13,14,18,20)
2
1
2



3
Jumlah
5
10
5



20
Persentase (%)
25
50
25



100

Dimana :
C1 = Pengetahuan
C2 = Pemahaman
C3 = aplikasi
C4 = Analisis
C5 = Sintesis
C6 = Evaluasi
Teknik Pengumpulan Data
- Melaksanakan pre-tes kepada siswa yang menjadi sample penelitian
- Mempersiapkan materi yang direncanakan yaitu materi kinematika gerak lurus
- Mengajar materi
- Memberikan pos-tes setelah materi selesai diajarkan.

TEKNIK ANALISIS DATA
Langkah-langkah dalam teknik analisis data adalah :
Menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku
v Untuk menentukan nilai rata-rata masing-masing kelompok sample digunakan rumus :
( sudjana, 2002 : 67 )
v Untuk menentukan simpangan baku atau standar deviasi digunakan rumus :
Melaksanakan Uji Normalitas
Uji ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dari daar menggunakan rumus Liliefors dengan prosedur sebagai berikut :
Ø Pengamatan X1, X2, X3,… Xn dijadikan angka baku Z1, Z2, Z3,… Zn dengan menggunakan rumus Zi =
Dengan :
= Nilai rata-rata
Sx = Simpangan baku
Ø Menghitung peluang F (Zi) = P (Z Zi). Dengan menggunakan daftar normal baku.
Ø Menghitung peluang Z1, Z2, Z3,… Zn yang dinyatakan S (Zi)
Ø Menghitung selisih F(Zi)-S(Zi), kemudian mengambil harga mutlaknya
Ø Menentukan harga terbesar dari dselisih harga mutlak sebagai L0. Untuk menerima atau menolak distribusi normal data penelitian dapat dibandingkan nilai LO dengan nilai kritis L yang diambila dari table uji Lilieforsdengan taraf nyata 0,05. Dengan criteria pengujian :
Jika LO < L, maka sample berdisribusi normal
Jika L0 > L, maka sampel tidak berdistribusi normal

Melakukan Uji Hipotesis
Menghitung koefesien korelasi produk MomentPearson dengan rumus : ( Arikunto, 2002 )
Dimana :
Rxy = koefesien korelasi antar5a variable X dan Y
n = banyaknya anggota sampel
Xi = nilai pre-tes siswa kelas eksperimen
Yi = nilai pos=tes siswa kelas eksperimen
Jika r adalah jika r = 0 ditafsirkan tidak terdapat hubungan linier antara kedua variable.
Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis digunakan uji t dengan hipotesis :H0 :
Ha :

Untuk uji t menggunakan rumus :
thitung = (Sudjana,N., 1992: 239)
Dimana :
= rata-rata skor kelas eksperimen
= rata-rata skor kelas control
n1 = jumlah sampel kelas eksperimen
n2 = jumlah sampel kelas control
S12 = varians pada kelas eksperimen
S22 = varians pada kelas control

Harga thitung dibandingkan dengan harga ttabel yang diperoleh dari daftar distribusi t, dengan taraf signifikan = 0,05 dan dk = n1 + n2 – 2
Kriteria pengujian :
Terima H0, jika
Tolak H0, jika syarat di atas tidak dipenuhi.0

Untuk mengetahui besar pengaruh model kooperatif teknik mencari pasangan terhadap hasil belajar siswa digunakan uji determinasi (koefesien penentu) dengan rumus :KP = r2 X 100 %
Dimana : KP : Koefesien penentu
r : korelasi produk Momen Pearson (Sudjana, 2001, 368 )
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Soal SPMB dan UAN digunakan sebagai alat pengukuran hasil belajr siswa dalm fisika pada materi pokok Gerak Lurus

Pembahasan Penelitian
1. Hasil pre tes dan pos tes untuk kedua kelompok sampel adalah :

Kelas Eksperimen
Kelas control
Nilai rata-rata
Standar deviasi
varians
3,02
1.32
1,74
2,69
0,77
0,60

Hasil Pos Tes

Kelas Eksperimen
Kelas control
Nilai rata-rata
Standar deviasi
varians
6,69
1,18
1,40
4,83
1,29
1,66



Uji Normalitas data
Uji Normalitas Data kelompok Eksperimen
Data
Harga
Kesimpulan
Lhitung
Ltabel
Pre tes
Pos tes
0,1365
0,1305
0,1367
0,1367
Terdistribusi normal
Terdistribusi normal


Uji Normalitas Data kelompok kontrol
Data
Harga
Kesimpulan
Lhitung
Ltabel
Pre tes
Pos tes
0,1303
0,0601
0,1367
0,1367
Terdistribusi normal
Terdistribusi normal
Uji Homogenitas Data
H0 : 12 = 22 ( kedua populasi mempunyai varians yang sama Fhitung < Ftabel )
Ha­­­ : 12 22 ( kedua populasi tidak mempunyai vaians yang sama )
S12 = 0,60
S22 = 1,74
Harga F didapat dari table dengan taraf nyata = 0,05 atau F1/2 (V ,V )
adalah F1/2(0,05)(41, 41). Karena F(0,025)(41, 41) tidak terdapat pada daftar F maka diperoleh dengan interpolasi
Karena harga Fhitun4<1,69) maka dapat dikatakan bahwa sampel mempunyai varians yang homogen.
4. Uji Hipotesis Penelitian
Uji kesamaan rata-rata dan pos tes
Kelompok
n
SD
Sgab
thit
T0,9675
Eksperimen
Kontrol
42 6,69
42 4,83
1,40
1,66
1,53
6,89
1,993
Dengan = 0,05 dan dk = n1 + n2 -2
Karena harga t(0,975) ( 0,82 ) tidak ada dalam distribusi t, maka untuk mencari harga tersebut dengan interpolasi linear. Jadi t(0,975) (82) = 1,993 dan thitung = 6,89. Oleh karena thitung > ttabel (6,89 > 1,993) maka H0 ditolak dan menerima Ha yaitu ad pengaruh prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan peta konsep.
TEMUAN PENELITIAN
Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakn peta konsep 6,69
Rata-rata hasil belajar siswa yang tanpa menggunakan peta konsep 4,83
Harga t dari hasil diperoleh thitung = 6,89 dan ttabel = 1,993, sehingga ada pengaruh pengajaran dengan menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada matei pokok Kinematika Gerak Lurus kelas semester I di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Ajara 2004/2005.
Diskusi Hasil Penelitian
Pengajaran tanpa menggunakan peta konsep mempunyai hasil belajar yang lebih rendah dari pada pengajarn dengan menggunakan peta konsep.Kelemahan dalam penelitian adalah :
1. Kemungkinan siswa kurang sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal
2. Kemungkinan siswa tidak sungguh-sungguh dalam mengikuti pengajaran dengan mengunakan peta konsep selama prose belajar mengajar

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hasil belajar siswa pada materi pokok bahasan kinematika gerak lurus sebelum diberi pengajaran untuk kelas eksperimen adalah 3,02 dan setelah diberiknan pengajaran dengan peta konsep meningkat menjadi 6,69. Sedangkan pada kelas control hasil belajr siswa sebelum diberikan pengajaran adalah 2,69 dan setelah diberikan pengajaran tanpa menggunakan peta konsep meningkat menjadi 4,83. Ini berarti peningkatan yang signfikan hasil belajar fisika siswa pada materi pokok kinematika geak lurus.

Saran
1. Hendaknya peneliti lain atau guru yang hendak menerapkan peta konsep dalam pembelajaran harus memperhatikan respon atau tanggapan siswa terhadapa kegiatan ini dan apakah semua siswa secara merata dapat mengikutinya.
2.Untuk lebih meyakinkan hsil penelitian ini, maka penggunaan konsep perlu diterapkan pada pokok bahasan ini


DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi H.A.1991.Psikologi Belajar.Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi.1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekaan Praktik. Bandung : Rineka Cipta
Bahri Syaiful.2002.Psikologi Belajar.Jakarta : Rineka Cipta
Dahar, R,W.1989.Teori-teori Belajar. Jakarta : Erlangga
Depdikbud. 1999. Pengajaran Pendidikan Untuk Pelajaran Fisika. Jakarta : Depdikbud
Foster, Bob.2000.Fisika SMU kelas 1. Jakarta : Erlangga
Foster. Bob.2000.Soal dan Penyelesaian UMPTN.Jakarta : Erlangga
Foster, Bob.2000. Kumpulan Soal dan Pembahasan Fisika. Bandung : Ganesha
Hanim, Fahri.2001.Peningkatan hasil belajar pada pokok bahasn kemagnetan dan menggunakan peta konsep siswa kelas III Mts N2 Medan. Laporan Penelitian. Medan : FMIPA / UNIMED
Hasibuan, A.B.1994. Psikologi Pendidikan. Medan : Pustaka Wdya Sarana
N, Sudirman.1992.Ilmu Pendidikan. Bandung : Rajawali Press
Pandley, J.B.D., Bretz,R.L.,anda Novak, J.D.,1994. Concept maps as Tool Asses Learning in Chemistry, J.of Chemical Education, 71 : 9-15.
Pittauli Avriyanti.2003. Pengaruh Pengajaran Dengan Menggunakan Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Gerak Lurus Kelas I semester I di SLTP Negeri 19 Medan Tahun Ajaran 2003/2004. Laporan Penelitian. Medan : FMIPA/UNIMED
Roestiyah, NK.1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Sastrapradja, M.1989. Kamus Istilah Pendidikan dan Umum. Surabaya : Usaha Nasional
Sudjana.1992. Metode Statistik. Bandung : Tarsito
BY : RENJES FERNANDO PURBA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar