Senin, 06 Juli 2009

PROPOSAL PENELITIANKU

DAFTAR ISI
Daftar lampiran
Instrumen penilaian ……………………………………………...........30
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ………………………................ 39
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang masalah ………………………………………… 1
1.2 Identifikasi masalah ………………………………………………2
1.3 Batasan masalah …………………………………………………. 2
1.4 Rumusan masalah ……………………………………………….. 3
1.5 Tujuan penelitian ………………………………………………… 3
1.6 Manfaat penelitian ………………………………………………. 3

BABII KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kerangka teoritis ………………………………………………… 5
2.1.1 Model Pembelajaran kooperatif ………………………………... 5
2.1.2.Tenik belajar mengajar pembelajaran kooperatif ……………. 8
2.1.3 Kinematika Gerak Lurus ……………………………………….. 9
2.1.4 Hipotesis ………………………………………………………….. 21


BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian …………………………………….. 22
3.2 Populasi dan Sampel ……………………………………………… 22
3.3 Variabel penelitian …………………………………………………22
3.4. Desain Penelitian …………………………………………………. 22
3.5 Instrumen Penelitian …………………………………………….. 23
3.6 Organisasi Pengolahan Data ………………………………………25
3.7 Teknik analisis data ………………………………………………. 25
Daftar Pustaka ………………………………………………………………… 29





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran di kelas, salah satu harapan guru adalah siswa memiliki hasil belajar yang baik. Untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal, unsur-unsur dalam proses belajar mengajar seperti guru dan personalnya, bahan pelajaran, metode mengajar, system evaluasi, sarana penunjang dan sistem administrasi diusahakan memberikan kontribusi maksimal pada proses belajar. Secara umum kita mengenal dua model pendekatan mengajar yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. Dan dalam melaksanakan pengajaran sehari-hari, pendekatan-pendekatan tersebut dijabarkan dalam metode mengajar. Banyak metode yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar seperti metode ceramah, diskusi, demonstrasi, widyawisata, eksperimen, belajar kelompok dan sebagainya. Para pendidik (guru) hendaknya dapat menggunakan metode-metode tersebut secara bervariasi sesuai dengan tingkat keterampilan dan keahlian yang dimilikinya. Hingga saat ini belum ditemukan metode mengajar yang paling baik atau sesuai untuk semua pokok bahasan, karena setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing . Guru hendaknya cakap dalam memilih dan menggunakan metode sehingga dapat memberikan warna dan nilai seni pada metode itu dalam praktek pengajaran. Efektif tidaknya tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan guru. Pemakaian metode yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa , sebaliknya penggunaan metode yang tidak tepat akan menjadi penghambat yang paling besar dalam proses belajar. Dalam pembelajaran fisika selama ini kebanyakan diberikan dalam bentuk ceramah yang berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, sedangkan siswa sebagai penerima informasi secara pasif. Dengan strategi pembelajaran yang digunakan selama ini dirasakan siswa kurang termotivasi untuk belajar dan dari rata-rata nilai siswa pun kurang memadai. Untuk itu diperlukan suatu strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta tetapi strategi yang dapat mendorong siswa mengkostruksikan pengetahuannya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar serta pemahaman terhadap mata pelajaran fisika. Salah satu alternative pendekatan atau strategi belajar yang baru melalui strategi CTL(Contextual Teaching and Learning) untuk diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Strategi pembelajaran yang berasosiasi dengan CTL diantaranya; CBSA, Pendekatan Proses, Life Skills Education, Cooperative Learning, Inquiry-Based Learning, Problem-Based Learning. Penulis akan mencoba salah satu strategi pembelajaran yaitu Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif). Dalam pelaksanaannya Coperative Learning terdapat beberapa model pembelajaran atau teknik pembelajaran kooperatif, diantaranya ; NHT, Think-Pair-Sahre, Roundtable, Make A match ( Kartu Berpasangan),One stay two stray, Jigsaw dan lainnya. Teknik pembelajaran kooperatif ini merupakan bahan pengayaan bagi guru dalam mewujudkan KBM yang berpusat pada siswa. Untuk dapat menerapkannya guru harus dapat merencanakan pengajarannya seakurat mungkin dan diadaptasikannya dalam rencana pengajaran. Selain itu disesuaikan antara karakteristik teknik pembelajaran kooperatif dengan materi yang akan disajikan, karena tidak semua konsep atau bahan dapat dipaksakan dengan salah satu teknik pembelajaran kooperatif. Untuk itu melalui penelitian ini penulis akan mencoba salah satu teknik pembelajaran kooperatif yaitu Teknik Kartu Berpasangan untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika di SMAN2 Tebing Tinggi. Dalam penelitian ini penulis berupaya untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Sesuai dengan pertimbangan itu, maka penulis mencoba menuangkan pemikiran pada sebuah judul penelitian “Pengaruh model kooperatif teknik mencari pasangan terhadapa hasil belajar fisika siswa pada materi pokok kinematika gerak lurus di kelas I semester I SMAN 2 Tebing Tinggi T.A. 2010/2011”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasi masalah – masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Rendahnya hasil belajar Fisika siswa
2. Kompetensi yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai dalam pembelajaran.
3. Metode yang kurang bervariasi.
1.3 Batasan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah dan ruang lingkupnya lebih sempit maka masalahnya perlu dibatasi yaitu :
1. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Semester I SMAN 2 Tebing Tinggi T.P 2009/2010 yang dibatasi hanya dua kelas yaitu kelas X4 dan X5
2. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan
3. Hasil belajar siswa dibatasi pada hasil belajar Fisika pada materi pokok Gerak Lurus yang sesuai dengan KTSP.
1.4 Rumusan MasalahBerdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah hasil belajar fisika siswa dengan menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi kinematika gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing Tinggi 2010/2011
2. Bagaimanakah aktifitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi kinematika gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing TINGGI 2010/2011
3. Apakah ada pengaruh model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi pokok gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing Tinggi T.A. 2010/2011 .
1.5 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulis merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu :
1 Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi kinematika gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing TINGGI 2010/2011
2. Untuk mengetahui aktifitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi kinematika gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing TINGGI 2010/2011
3. Untuk mengetahui pengaruh model kooperatif teknik mencari pasangan pada materi kinematika gerak lurus di kelas X semester I SMAN 3 Tebing Tinggi 2010/2011
1.6 Manfaat Penelitiana. Manfaat TeoritisDengan penelitian ini diharapkan hasilnya dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pengembangan pengajaran fisika khususnya dan sains pada umumnya
b. Manfaat Praktis1) Bagi Penulis, untuk mengembangkan kemampuan merencanakan dan menerapkan teknik mencari pasangan dalam pengajaran fisika secara kreatif dan fungsional.2) Bagi siswa, sebagai upaya menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar secara aktif dan kreatif, meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep fisika.3) Bagi Guru, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menggunakan teknik pembelajaran mencari pasangan ; meningkatkan sikap terbuka terhadap proses pembelajaran; menentukan bentuk tindakan dalam setiap proses pembelajaran guna meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.




























BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Kerangka teoritis

2.1.1. Model Pembelajaran kooperatif
Belajar adalah suatu proses yag kompleks yang terjasi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya ( Azhar,2007 : 1).Pembelajaran kooperatif ( Cooperatif learning ) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Nurhadi,2004 : 112).
Model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar model pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperartif dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif.Massa sekarang ini pembelajaran inovatif yang akan mampu membawa perubahan belajar bagi siswa, telah menjadi barang wajib bagi guru ( Isjoni, 2008 : 7 ).Agar anak berkembang secara optimal, maka ia perlu dinatu dalam :
Ø Memahami dirinya
Ø Memahami lingkungan
Ø Pengarahan diri
Ø Penyesuaian diri
( Rochman. 1979 : 195 )
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil maksimal, lima unsur mode pembelajaran gotong royong harus diterapkan.
A. Saling ketergantungan positip
B. Tanggung jawab perseorangan
C. Tatap muka
D. Komunikasi antaranggota
E. Evaluasi proses kelompok
Saling Ketergantungan Positif
Untuk menciptakan kelompok kerja yang efekti, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehinggha setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bias mencapai tujuan mereka.
Penilaian juga dilakukan dengan cara yang unik. Setiap siswa mendapat nilainya sendiri dan nilai kelompok. Nilai kelompok dibentk dari “sumbangan” setiap anggota. Untuk menjaga keadilan, setiap anggota menyumbangkan poin diatas nilai rata-rata mereka. Misalnya nilai rata-rata si A adalah 65 dan kali ini dia mendapat nilai 72, dia akan menyumbangkan 7 poin untuk nilai kelompok mereka. Dengan demikian setiap siswa akanm bias mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan. Beberapa siswa yang kurang mampu tidak akan merasa minder terhadap rekan-rekan mereka karenba toh mereka juga memberikan sumbangan. Malahan mereka akan merasa terpacu untuk meningkatkan usaha mereka dan dengan demikian menaikkan nilai mereka. Sebaliknya, siswqa yang lebih pandai juga tidak akan merasa dirugikan karena rekannya yang kurang mampu juga telah memberikan bagian sumbangan mereka.
Tanggung Jawab Perseorangan
Unsur ini merupakan akibart langsung dari unsure yang pertama.Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif, setiap siswa akan merasa betanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan mmetode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam penyusuna tugasnya.
Pengajar yantg efektif dalam model pembelajaran kooperatif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bias dilaksanakan. Motivasi kerja yng tinggi antara lain ditandai oleh suatu kondisi ketika seseorang memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mempunyai kesempatan untuk berkembang ( Mulyasa. 2007 : 232 )
Tatap Muka
Setiap kelompok harus diberika kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerjasama ini jauh lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing anggota.
Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. Setiap anggota kelompok mempunyai latar belakang pengalaman, keluarga, dan social-ekonomi yang berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini kan menjadi modal utama dalam proses salinmg memperkaya antar anggota kelompok. Sinergi tidak bias saling memperkaya antar anggota kelompok. Sinergi tidak bisa didapatka begitu saja dalam sekejap, tetapi merupakan proses kelompok yang cukup panjang. Para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi pribadi.

Komunikasi Antar Anggota
Unsur ini juga menghendaki agar pembelajar dibekali denagn berbagai keterampilan berkomunikas. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajarqa perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi. Tidak setiap siswa mempunyai keahlian mendengerkan dan bewrbicara. Keberhasilan suatu kelompok juga berrgantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
Ada kalanya pembelajar perlu diberi tahu secara eksplisit mengenai cara-cara berkomunikasi secara efektif seperti bagaimana acaranya menyanggah pendapat orang lain tanpa harus menyinggung perasaan orang tersebut. Masih banyak orang yang kurang sensitive dan kurang bijaksana dalam menyatakan pendapat mereka. Tidaka ada salahnya mengajar siswa beberapa ungkapan positif atau sanggahan dalam ungkapan yang lebih halus. Sebagai contoh, ungkapan “Pendapat Anda itu agak berbeda dan unik. Tolong jelaskan lagi alas an anda,” akan lebih bijaksana daripada mengatakan , “ Pendapat Anda itu aneh dan tidak masuk akal”. Contoh lain, tanggapan “Hm…menarik sekali kamu bisqa memberi jawaban itu. Tapi jawabanku agak berbeda…” akan lebih menghargai orang lain daripada vonis seperti, “ Jawabanmu itu salah. Harusnya begini”.
Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok ini juga merupakan prosesw panjang. Pembelajar tidak bisa diharapkan langsung menjadi komunikator yang andala dalam waktu sekejap. Namun, proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.

Evaluasi proses kelompok
Pengajar perlu menjadwalkan waktu mkhusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerhjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerjasama dengan lebih efektif.Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiapa kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang setelah beberapa kali pembelajar terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif ( Anita lie, 2004 : 28-35 )


2.1.2. Tenik belajar mengajar pembelajaran kooperatif
Mencari Pasangan
Teknik belajar mengajar Mencari Pasangan ( Make a Match ) dikembangkan oleh Lorna Curran ( 1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sam,bil belajar mengenai suatu konsep atau topic dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan anak didik.
Cara Mencari Pasangan adalah sebagai berikut.
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review ( persiapan menjelang tes atau ujian ).
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu yang berisi jawaban atau soal.
3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai katu yang cocok dengan kartunya. Misalnya, pemegang kartu yang bertuliskan GERAK LURUS BERATURAN ( GLBB ) akan berpasangan dengan pemegang kartu PERCEPATAN BERNILAI NOL atau pemegang kartu yang bertuliskan ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG GERAK TANPA MEMPERHITUNGKAN PENYEBABNYA akan berpasangan dengan pemegang kartu KINEMATIKA
4. Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok. Misalnya, pemegang kartu PERCEPATAN (a) = 0 akan membentuk kelompok dengan pemegang kartu KECEPATAN KONSTAN dan PERPINDAHAN = 0
















PERLAMBATAN TETAP
:

KECEPATAN KONSTAN KELOMPOK 1 KELOMPOK 2


GLBB DIPERLAMBAT
:GERAK LURUS BERATURAN
PERCEPATAN (a) = 0









KELOMPOK 3
KECEPATAN SETIAP SAAT SELALU BERTAMBAH BERATURAN

KECEPATAN AKHIR GERAK VERTIKAL KE ATAS
Vt = Vo - Gt

LAMA BENDA DI UDARA SAMPAI KEMBALI LAGI



KELOMPOK 4




GERAK LURUS BERATURAN DIPERCEPAT



KELOMPOK 5




Gbr 1 Contoh menghubungkan kartu berpasangan

2.1.3 Kinematika Gerak Lurus
2.1.3.1 Pengertian Gerak
Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannaya senantiasa berubah terhadapa suatu acuan tertentu. Sebagai contoh, kita sedang duduk di dalam bus yang sedang begerak meningalkan terminall. Apabila orang yang diam di terminal ditetapkan sebagai acuan, maka kita dan bus dikatakan bergerak terhadap terminal, maka kita dan bus dikatakan bergerak terhadap terminal. Ini karena kedudukan kita dan bus setiap saat berubah terhadap terminal. Tetapi jika kita dikatakan tidak bergerak terhadap bus, ini karena kedudukan kita setiap saat tidak berubah terhadap bus. Ilmu yang mempelajari gerak tanpa memperdulikan penyebab timbulnya gerak disebut Kinemtika.

2.1.3.2 Jarak dan perpindahan
Jarak didefinisikan sebagai panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu dan merupakan besaran scalar. Perpindahan didefinisikan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu dan merupakan besaran vector.
Rumus perpindajan adalah :

Dimana :
pengurangan perpindahan

x2 = perpindahan terakhir
x1 = perpindahan awal
2.1.3.3 Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan kedudukan benda terhadapp waktu dan merupakan besaran scalar. Kecepatan didefinisikan sebagai cepatt lambatnya kedudukan benda terhadap waktu dan merupkan besaran vector. Rumus yang digunakan untuk menghitung kelajuan adalah :
Di mana :
v = Kelajuan (m/s)
x = Jarak yang ditempuh (m)
t = Waktu tempuh (s)
Rumus yang diigunakan untuk menghitung kecepatan adalah :
Dimana :
V = Kecepatan (m/s)
x2 = Kedudukan akhir benda(m)
x1 = Kedudukan awal benda (m)
t2 = Waktu akhir (s)
t1 = Waktu awal (s)
Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata apabila selang waktunya mendekati nol. Rumus :
2.1.3.4 Percepatan dan perlajuan
Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagim dengan perubahan waktu dan merupakan besaran vekkto. Sedangakan perlajuan merupakan besaran scalar.
Rumus Percepatan
Dimana :

: Percepatan ( m/s2)
v1 : Kecepatan awal benda (m/s2)
v2 : Kecepatan akhir benda (m/s2)
t1 : Waktu akhir (s)
t2 : Waktu awal (s)

Percepatan sesaat adalah rata-rata percepatan apabila selang waktuny mendekati nol
2.1.3.5 Gerak Lurus Beraturan
Gerak Lurus Beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada suatu lintasan garis lurus dan kecepatan tetap
Rumus Gerak Lurus Beraturan
Untuk kedudukan awal x0 ketika t0 = 0
Maka,
t = t-0





jarak
kecepatan
v x



t waktu t waktu

Gbr.2 Grafik v-t Gbr.3 Grafik x-t

2.1.3.6 Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Lurus Berubah Beraturan didefinisika sebagai gerak benda pada suatu lintasan lurus dengan percepatan tetap.
GLBB ada 2 yaitu :

GLBB dipercepat
Ciri-ciri :
Kecepatan setiap saat selalu bertambah beraturan
Percepatan tetap

V = v0 + at ;
Catatan





Jarak
kecepatan x
v



0
t waktu t waktu

Gbr. 4 Grafik v-t Gbr. 5 Grafik x-t

GLBB diperlambat

Ciri-cirinya :
· Kecepatan berkurang secara beraturan
· Perlambatan tetap
· Lintasan berupa garis lurus

Persamaan :
vt = v0 – a.t
s = v0t-1/2a.t2
vt2 = v02 – 2as

V X parabola terbuka ke bawah


V=0

t t
Gbr. 6 Grafik v-t Gbr. 7 Grafik x-t

Contoh GLBB :
Gerak vertikal ada 2 yaitu :
Vertikal ke atas
Merupakan contoh dari GLBB diperlambat
Syarat : a = -g

Rumus sesuai dengan GLBB diperlambat, tetapi benda mencapai titik tertinggi maka kecepatan akhir = 0
Titik maksimum : Hmax =
Lma benda di udara sampai kmbali lagi : t =
2. Vertikal ke bawah :

Merupakan contoh dari GLBB dipercepat karena arahnya dipercepatan grafitasi
Syarat : a=g
Rumus : sesuai dengan GLBB dipercepat. Tetapi jika kecepatan awl = 0 maka benda jatuh bebas.


2.1.3.7 Gerak Parabola


Gerak Parabola merupakan perpaduan antara GLB dan GLBB

y

vy = 0
vc A
C vx

v0y
Hmax 0 vox x

Gbr 8. Grafik Gerak Parabola
Dalam sumbu x
Gerak benda pada sumbu x berupa geral lurus beraturan
a = 0
vx = tetap
vx = v0 cos
x = v0 cos ( .t)
Dalam sumbu y :
Berupa gerak lurus berubah beraturan
a = -g
kecepatan awal = v0y = v0sin
vy = v0sin -g.t
y = v0sin .t-1/2g.t2
vy2 = v02sin2 -2gy
Titik-titik istimewa pada gerak parqabola
1. Ttitk tertinggi ( titik A)
Syarat : vy = 0
Rumus :
Hmax =
t(OA) =
2. Titik Terjauh
Syarat : y:=0
t(OB) =
x(OB) =
3. Pada sembarang titik
Rumus : vc =


2.1.3.8 Gerak Jatuh Bebas (GJB)
Pada masa lampau, hakekat gerak benda jatuh merupakan bahan pembahasan yang sangat menarik dalam ilmu filsafat alam. Aristoteles, pernah mengatakan bahwa benda yang beratnya lebih besar jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan. Pendapat aristoteles ini mempengaruhi pandangan orang-orang yang hidup sebelum masa Galileo, yang menganggap bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan dan bahwa laju jatuhnya benda tersebut sebanding dengan berat benda tersebut.
Apa yang berpengaruh terhadap gerak jatuh bebas pada batu atau kertas ? Gaya gesekan udara ! hambatan atau gesekan udara sangat mempengaruhi gerak jatuh bebas. Galileo mendalilkan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apabila tidak ada udara atau hambatan lainnya. Galileo menegaskan bahwa semua benda, berat atau ringan, jatuh dengan percepatan yang sama, paling tidak jika tidak ada udara. Galileo yakin bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk benda-benda yang sangat ringan yang memiliki permukaan yang luas.
Sumbangan Galileo yang khusus terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda jatuh, dapat dirangkum sebagai berikut :Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang sama.
Kita menyebut percepatan ini sebagai percepatan yang disebabkan oleh gravitasi pada bumi dan memberinya simbol g. besarnya kira-kira 9,8 m/s2. dalam satuan Inggris alias British, besarnya g kira-kira 32 ft/s2. percepatan yang disebabkan oleh gravitasi adalah percepatan sebuah vektor dan arahnya menuju pusat bumi.
Selama membahas Gerak Jatuh Bebas, kita menggunakan rumus/persamaan GLBB, yang telah dijelaskan pada pokok bahasan GLBB (dibaca dahulu pembahasan GLBB biar nyambung). Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. Kita menggantikan x atau s (pada persamaan glbb) dengan y, karena benda bergerak vertikal. Kita juga bisa menggunakan h, menggantikan x atau s. Kedudukan awal benda kita tetapkan y0 = 0 untuk t = 0. Percepatan yang dialami benda ketika jatuh bebas adalah percepatan gravitasi, sehingga kita menggantikan a dengan g. untuk persoalan Jatuh bebas, diambil ay = -g. Dengan demikian, persamaan Gerak Jatuh Bebas tampak seperti pada kolom kanan table 2.2.
Tabel. 2.2 Perbedaan GLBB dan GJB
Penggunaan y positif atau y negatif pada arah ke atas atau ke bawah tidak menjadi masalah asal kita harus konsisten selama menyelesaikan soal.
Catatan : percepatan gravitasi (g) adalah besaran vektor sehingga nilainya dipengaruhi oleh arah. Pada pembahasan mengenai kerangka acuan alias titik acuan, kita telah menyepakati bahwa pada gerakan horisontal alias gerak pada sumbu x, arah kanan dari titik acuan 0 bertanda + dan arah kiri bertanda -. Pada sumbu y alias pada gerakan vertical, gerakan ke atas bertanda + dan ke bawah bertanda -. Titik acuan 0 pada GJB dipilih ketika benda hendak jatuh. Dengan demikian, mengingat, menimbang dan menimang kesepakatan ini, maka diputuskan bahwa percepatan gravitasi pada GJB bernilai negatif, karena gerakan benda vertikal, berarah ke bawah dan menjahui titik acuan 0. ingat bahwa hal ini terjadi karena gaya gravitasi selalu menarik benda ke pusat bumi. Karena gravitasi selalu menarik segala sesuatu yang mempunyai massa ke bawah, maka pada Gerak Jatuh Bebas, nilainya selalu negatif. Selengkapnya akan kita pelajari gravitasi secara khusus pada pokok bahasan Gravitasi. Ini alasan mengapa g bernilai negatif pada GJB.

2.1.3.8.1 Gerak Vertikal
Gerak vertikal terdiri dari dua jenis, yakni Gerak Vertikal Ke atas dan Gerak Vertikal Ke bawah. Perlu anda ketahui bahwa baik Gerak Jatuh Bebas, Gerak Vertikal Ke atas dan Gerak Vertikal Ke bawah menggunakan persamaan yang sama, yakni persamaan GLBB. Mengapa menggunakan persamaan yang sama ? kalau anda paham konsepnya, anda bisa menjelaskannya dengan mudah. Benda-benda yang melakukan Gerak Jatuh Bebas dan Gerak Vertikal juga mengalami GLBB karena kecepatannya selalu berubah secara teratur akibat percepatan gravitasi.
2.1.3.8.2 Gerak Vertikal Ke Bawah
Gerak vertikal ke bawah ini sangat mirip dengan gerak jatuh bebas, cuma beda tipis. kalau pada gerak jatuh bebas, kecepatan awal benda, vo = 0, maka pada gerak vertikal ke bawah, kecepatan awal (vo) benda tidak sama dengan nol. Contohnya begini… kalau buah mangga dengan sendirinya terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah, maka buah mangga tersebut melakukan Gerak Jatuh Bebas. Tapi kalau buah mangga anda petik lalu anda lemparkan ke bawah, maka buah mangga melakukan gerak Vertikal Ke bawah. Atau contoh lain… anggap saja anda sedang memegang batu… nah, kalau batu itu anda lepaskan, maka batu tersebut mengalami gerak Jatuh bebas.. tapi kalau batu anda lemparkan ke bawah, maka batu mengalami Gerak Vertikal Ke bawah.
Karena gerak vertikal merupakan contoh GLBB, maka kita menggunakan rumus GLBB. Kita tulis dulu rumus GLBB ya, baru kita bahas satu per satu.
vt = vo + at
s = vo t + ½ at2
vt2 = vo2 + 2as
Kalau dirimu paham konsep Gerak Vertikal Ke bawah, maka persamaan ini dengan mudah diubah menjadi persamaan Gerak Vertikal Ke bawah.
Pertama, percepatan pada gerak vertikal = percepatan gravitasi ( a = g)
Kedua, kecepatan awal tetap disertakan karena pada Gerak Vertikal ke bawah benda mempunyai kecepatan awal.
Ketiga, karena benda bergerak vertikal maka s bisa kita ganti dengan h atau y.
Keempat, karena pada gerak vertikal ke bawah benda selalu bergerak ke bawah maka untuk mempermudah perhitungan, kita tetapkan arah ke bawah sebagai arah positif. Dengan demikian percepatan gravitasi bernilai positif (g).
Dengan demikian, jika persamaan GLBB di atas diubah menjadi persamaan Gerak Vertikal ke bawah, maka akan kita peroleh persamaan Gerak Vertikal ke bawah sebagai berikut :
vt = vo + gt
h = vo t + ½ gt2
vt2 = vo2 + 2gh
2.1.3.8.3 Gerak Vertikal Ke atas
Pada gerak vertikal ke atas, setelah diberi kecepatan awal, benda bergerak ke atas sampai mencapai ketinggian maksimum. Setelah itu benda bergerak kembali ke permukaan bumi. Dinamakan Gerak Vertikal Ke atas karena benda bergerak dengan arah ke atas alias menjahui permukaan bumi. Persoalannya, benda tersebut tidak mungkin tetap berada di udara karena gravitasi bumi akan menariknya kembali. Dengan demikian, pada kasus gerak vertikal ke atas, kita tidak hanya menganalisis gerakan ke atas, tetapi juga ketika benda bergerak kembali ke permukaan bumi… ini yang membuat gerak vertikal ke atas sedikit berbeda.
Karena gerakan benda hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi yang bernilai tetap, maka gerak vertikal ke atas termasuk gerak lurus berubah beraturan. Dengan demikian, untuk menurunkan persamaan Gerak Vertikal ke atas, kita tetap menggunakan persamaan GLBB.
Kita tulis kembali ketiga persamaan GLBB :

vt = vo + at
s = vo t + ½ at2
vt2 = vo2 + 2as
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menganalisis Gerak Vertikal ke atas
Pertama, percepatan pada gerak vertikal = percepatan gravitasi ( a = g). Ketika benda bergerak ke atas, percepatan gravitasi bekerja pada benda tersebut dengan arah ke bawah. Kalau percepatan gravitasi bekerja ke atas, maka benda akan terus bergerak ke atas alias tidak kembali ke permukaan bumi. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dengan demikian, percepatan gravitasi bernilai negative. Lalu mengapa pada gerak vertikal ke bawah, g bernilai positif ? pada kasus gerak vertikal ke bawah, percepatan gravitasi yang bekerja pada benda tersebut juga berarah ke bawah. Tanda positif itu hanya ketetapan untuk memudahkan perhitungan. Pertimbangannya, pada gerak vertikal ke bawah, arah gerakan benda hanya ke bawah, sehingga ketika ditetapkan tanda positif, hal itu tidak terlalu berpengaruh.
Pada gerak vertikal ke atas, kita tidak bisa menetapkan arah positif atau negative karena benda bergerak dalalam dua arah alias ke atas dan ke bawah. Kita tetap mengacu pada arah percepatan gravitasi yang sesungguhnya… yakni ke bawah (g bernilai negative)
Kedua, karena benda bergerak vertikal maka s bisa kita ganti dengan h atau y.
Ketiga, pada titik tertinggi, tepat sebelum berbalik arah, kecepatan benda = 0.
Jika persamaan GLBB di atas diubah menjadi persamaan Gerak Vertikal ke atas, maka akan diperoleh persamaan berikut ini :
vt = vo - gt
h = vo t - ½ gt2
vt2 = vo2 - 2gh
2.1.3.8.4 Hasil Belajar Siswa
Proses Belajar mengajar dikaitkan dengan hasil belaja sebagai hasil perbauatan. Dalam perbuatan atau tingksh lsku tertentu sebagai hasil pengalaman,/ latihan atau instruksi baik perbuatan kuantitatif maupun kualitatif. Sejauh mana ada perubahan pada siswa oleh karena belajarnya, disebut prestasi belajar. Berdasarkan definisi tersebut, jelaslah bahwa hasil belajar adalah keseluruhan hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan yang dilakukan yaitu kegiatan belajar yang dilakukan berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat menimbulkan perubahan tingkah laku bagi sswa yang melaksanakan kegiatan belajar.
Proses belajar dapat juga didefinisikan sebagai kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Menurut Benyamin S. Bloom, “Hasil belajar diniolai dari tiga ranah yaitu ranah kogniif, afektif, dan psikomotori, dari ketiga ranah iniyang paling banyak dinilai oleh guru di sekolah adalah ranah kognitif karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami isi bahan pelajaran”.
2.1.3.9 Kerangka Konseptual
Salah satu factor yang menunjang keberhasilan belajar adalah pemilihan strategi belajar-mengajar. Strategi belajar ini, guru dituntut mampu untuk mencapai tujuan pengajaran. Pengajaran pada materi pokok kinematika gerak lurus penulis memilih pengajaran dengan menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan ( make a match ).Teknik ini sebagai alternatif yang dapat membantu dan mempermudah guru dalam merancang pembelajaran yang efektif. Dengan pembelajaran yang efektif, maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
2.1.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara yan diperoleh dari akal sehat yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis gunanya unutk memberi aranh dalam penyimpulan data yang diperlukan untuk menguji hipotesis yang ditentukan.
Ha : Ada pengaruh yang signifikan peningkatan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan ( make a match ) dan tanpa menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan.
H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan peningkatan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang menggunakan model kooperatif teknik mencari pasangan dan yang tidak mengguanakan model kooperatif teknik mencari pasangan.









BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2009/2010 bulan Agustus-September semester I di kelas X SMA Negeri 2 Tebing Tinggi.
3.2 Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Tebing Tinggi

Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara acak sederhana ( simple random sampling ). Kelas X4 dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas X5 sebagai kelas eksperimen
3.3 Variabel penelitian
Variabel bebas yaitu model kooperatif teknik mencari pasangan
Variabel terikat yaitu hasil belajar siswa.

3.4. Desain Penelitian
Sampel yang diambil dalam penelitian ini dibagi dalam 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana kedua kelas ini mendapat perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran tanpa model pembelajaran kooperqatif teknik mencari pasangan. Desain penelitian yan digunakan adalah desain yangmenggunakan pre-tes dan pos-tes dengan diagram sebagai berikut :
KELOMPOK
TES AWAL
PERLAKUAN
TES AKHIR
EKSPERIMEN
T1
X1
T2
KONTROL
T1
X2
T2

Keterangan :
T1 : Tes awal
T2 : Tes akhir
X1 : Penerapan model kooperatif teknik mencari pasangan
X2 : Tanpa penerapan model koopratif teknik mencari pasangan



3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar paada materi pokok kinematika gerak lurus. Tes ini berbentuk pilihan berganda yang berjumlah 20 soal dengan 5 pilihan jawaban. Salah satu pilihan merupakan kunci jawaban sedangakan 4 pilihan lainnya hanya distruktor.
. Tes hasil belajar yang digunakan yaitu tes yang telah distandarisasi yaitu tes yang telah cukup valid dan reliabel berdasarkan atas percobaan-percobaan terhadap sample-sampel yang cukup luas dan representatif. Tes ini sebelum digunakan terlebih dahulu diuji kevalidannya dengan menggunakan validitas isi, yaitu soal-soal yang disesuaikan dengan GBPP dan kurikulum serta disesuaikan dengan materi yang diajarkan.

3.5.1 Validitas Isi

Sebuah tes dikatakan valid apabila tee tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Dalam bahaasa Indonesia “valid” disebut dengan istila sahih.
Validitas isi (content validity) diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelusuran, dan pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut, dan biasanya ditentukan oleh para ahli.
Tabel 3. Spesifikasi soal-soal kinematika gerak lurus
NO.
Materi
Nomor Soal
Kategori
Jumlah
C1
C2
C3
C4
C5
C6
1.
Jarak dan pepindahan
(No.19)
1



1

2
2.
Kelajuan dan kecepatan
(No.1,2,6)

3

1


4
3.
Perlajuan dan percepatan
(No.4,7)
1
1


1

3
4.
Gerak Lurus Beraturan
(No. 9,15,16,11)

3
1



4
5.
Gerak Lurus Berubah Beraturan
(No.3,5,8,17,12)
1
2
2



5
6.
Gerak Jatuh Bebas
(No.10,13,14,18,20)
2
1
2



5
Jumlah
5
10
5
1
1
1
23

Reliabilitas Tes

Reliabilitas tes adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subjek yang sama. Untuk menguji reabilitas tes, digunakan rumus Kuder Richardson 21 ( KR-21).
r11 =
dimana :
r11 = Reliabilitas tes
n = Banyak item yang valid
M = Rata-rata skor
St2 = Varians

Untuk
Dimana :
jumlah jawaban yang benar dengan semua item dari seluruh siswa
N = banyak siswa

Kriteria : jika rhitung > rtabel, maka disimpulkan reliabel
3.6 Organisasi Pengolahan Data

Dalam mengelola data ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
1. Tahap awal

Pada tahap awal ini hal-hal yang dikaukan adalah :
- Melaksanakan pre-tes kepada siswa yang menjadi sample penelitian
- Mempersiapkan materi yang direncanakan yaitu materi kinematika gerak lurus
- Mengajar materi
- Memberikan pos-tes setelah materi selesai diajarkan.

3.7 Teknik analisis data
Langkah-langkah dalam teknik analisis data adalah :
Menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku
v Untuk menentukan nilai rata-rata masing-masing kelompok sample digunakan rumus :
( sudjana, 2002 : 67 )
v Untuk menentukan simpangan baku atau standar deviasi digunakan rumus :
Melaksanakan Uji Normalitas
Uji ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dari daar menggunakan rumus Liliefors dengan prosedur sebagai berikut :
Ø Pengamatan X1, X2, X3,… Xn dijadikan angka baku Z1, Z2, Z3,… Zn dengan menggunakan rumus Zi =
Dengan :
= Nilai rata-rata
Sx = Simpangan baku
Ø Menghitung peluang F (Zi) = P (Z Zi). Dengan menggunakan daftar normal baku.
Ø Menghitung peluang Z1, Z2, Z3,… Zn yang dinyatakan S (Zi)
Ø Menghitung selisih F(Zi)-S(Zi), kemudian mengambil harga mutlaknya
Ø Menentukan harga terbesar dari dselisih harga mutlak sebagai L0. Untuk menerima atau menolak distribusi normal data penelitian dapat dibandingkan nilai LO dengan nilai kritis L yang diambila dari table uji Lilieforsdengan taraf nyata 0,05. Dengan criteria pengujian :
Jika LO < L, maka sample berdisribusi normal
Jika L0 > L, maka sampel tidak berdistribusi normal

Melakukan Uji Hipotesis
Menghitung koefesien korelasi produk MomentPearson dengan rumus : ( Arikunto, 2002 )
Dimana :
Rxy = koefesien korelasi antar5a variable X dan Y
n = banyaknya anggota sampel
Xi = nilai pre-tes siswa kelas eksperimen
Yi = nilai pos=tes siswa kelas eksperimen
Jika r adalah -1Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis digunakan uji t dengan hipotesis :H0 :
Ha :

Untuk uji t menggunakan rumus :
thitung = (Sudjana,N., 1992: 239)

Dimana :
= rata-rata skor kelas eksperimen
= rata-rata skor kelas control
n1 = jumlah sampel kelas eksperimen
n2 = jumlah sampel kelas control
S12 = varians pada kelas eksperimen
S22 = varians pada kelas control

Harga thitung dibandingkan dengan harga ttabel yang diperoleh dari daftar distribusi t, dengan taraf signifikan = 0,05 dan dk = n1 + n2 – 2
Kriteria pengujian :
Terima H0, jika
Tolak H0, jika syarat di atas tidak dipenuhi.0

Untuk mengetahui besar pengaruh model kooperatif teknik mencari pasangan terhadap hasil belajar siswa digunakan uji determinasi (koefesien penentu) dengan rumus :KP = r2 X 100 %
Dimana : KP : Koefesien penentu
r : korelasi produk Momen Pearson (Sudjana 2001, 368 )








































Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi.2005.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Erlangga
Arsyad, Azhar.2007.Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Isjoni, Ismail.2008.Model-model Pembelajaran Mutakhir. Yogyakarta : Pustaka Belajar
Lie, Anita. 2004.Cooperative Learning.Jakarta : Erlangga
Mulyasa.2007.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : Remaja Posdakarya
Natawidjaja, Rochman. 1974. Teknik Penilian Bimbingan dan Penyuluhan.Jakarta : New Aqua Press
Nazir, Muhamad.2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia
Nurhadi, Daud. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta : Erlangga
Sudjana.2001.Metode Statistika. Bandung : Tarsito
















LAMPIRAN 1
SOAL PILIHAN BERGANDA
Bidang studi : Fisika
Pokok Bahasan : Kinematika Gerak Lurus
Kelas / semester : I/I
Waktu : 90 menit

Petunjuk soal :
1. Bacalah setiap soal dengan baik dan pilihlah salah satu altenatif jawqaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada lembaran jawaban yang telah disediakan
2. Tulis terlebih dahulu nama, kelas anda pada lembar jawaban anda.

Perhatikan gambar berikut :

y
C A


-70 0 10 B

Titik x dan y mulai bergerak secara serentak dari titik A. Jika dalam waktu 10 sekonx sampai di B dan Y sampai di C, Maka kecepatan rata-rata titik x dan y adalah :
A.7 m/s dan 8 m/sd D.8m/s dan 7 m/s
B. 7 m/s dan -8m/s E. -7 m/s dan 8 m/s
C.7 m/s dan 10 m/s


EBTANAS 2001






2. Besarnya kecepatan rata-rata benda yang bergerak dengan data ang disebelah adalah :
A. 0,25 m/s
B.1,00 m/s X (m)
C. 1,25 m/s 100
D. 1,50 m/s 40
E. 2,50 m/s
t (s)
40

EBTANAS 2001

3. Suatu benda dilemparkan tanpa kecepatan awal dari sebuah menara yang tingginya 100m ( gesekan udara diabaikan ). Jika percepatan gravitasi 100 m/s, maka ketinggian benda diukur dari tanah pada detik ke-2 adalah :
A.20 m B.25m C. 50 m D.70 m E. 80 m

UMPTN 2000

4.Suatu benda bergerak menurut persamaan x= 4t2+2t2+3. Besar percepatan benda pada detik ke-2 adalah (m/s2)…
A. 50 B.54 C.52 D.27 E.64
UMPTN 1993
Benda jatuh bebas adalah benda yang memiliki :
v Kecepatan awal
v Percepatan = percepatan gravitasi
v Arah percepatan ke pusaty bumi
v Besar percepatan tergantung dari massa benda
Pernyataan di atas yang benar adalah :
A. (1), (2) dan (3)
B. (1), (2), (3) dan (4)
C. (1), (3) dan (4)
D. (2),(3),dan (4)
E. (2) dan (4)
UMPTN 1994
6. Olah raga pada lintasan AB 0 seperti gambar dari A ke B ditempuh dalam waktu 10 sekon, sedangakan B ke C ditempuh dalam waktu 10 sekon. Maka kecepatan rata-rata pelari tersebut adalah :



100 m


A C B
80 m
EBTANAS 1999
Sebuah bola meluncur ke bawah pada sebuah lengkung seperti pad gambar. Selama meluncur bola tersebut…
A. Kelajuan bertambah, percepatan berkurang
B. Kelajuan berkurang, percepatan bertambah
C. Kelajuan dan percepatan bertambah
D. Kelajuan dan perlambatan berkurang
E. Kelajuan bertambah, percepatan tetap
SIPENMARU 1986
Seorang mengendarai mobil dengan kecepatan 90 km/jam tiba-tiba melihat seorang anak kecil di tengah jalan pada jarak 200 m di depannya. Jika mobil di rem dengan perlambatan maksimum sebesar 1,25 m/s maka terjadi peristiwa…
A. Mobil tepat akan berhenti di depan anak itu
B. Mobil langsung berhenti
C. Mobil berhenti jauh di depan anak itu
D. Mobil berhenti setelah menabrak anak itu
E. Mobil baru berheti setelah menabrak anak itu

UMPTN 1995

9.Grafik di bawah merupakan hubungan kecepatan dan waktu dari suatu gerak lurus. Bagian grafik yang menunjukan gerak lurus beraturan adalah :
A. A
B. B
C. C
D. D b
E. e c
a d e




UMPTN 1992

10. Grafik berikut menggambarkan posisi sebagi fungsi dan waktu t. Dari grafik di bawah dapat disimpulkan…


x
X2
X1

I
X0

t
t1 t2 t3
A. Benda milai bergerak dengan kecepatan awal nol
B. Kecepatan maksimum dicapai pada saat t=t2
C. Pada saat t=t2, kecepatan benda nol
D. Arah kecepatan benda pada saat t=t1 sama dengan arah garis singgung pada lengkung ririk I
E. Pada saat t=t2, kecepatan benda nol

SIPENMARU 1988

11.Grafik kecepatan terhadap waktu sebuah bola yang dilempar kea as dan kelmbali lagi pada pelemparan setelah mencapai ketinggian tertentu adalah..
A. B. C. v
v v


t t
t




D. v E. v


t

t

EBTANAS 1993
12. Apabila sehelai bulu ayam dan sebutir batu kecil dijatuhkan secara bersamaan dan dari ketinggian yang sama di dalam ruang hampa udara dan kecepatan awal maka:
Batu akan sampai ke bawah lebih dahulu karena batu leih ringan
Batu dan bulu ayan sampai bersamaan walaupun batu lebih ringan
Batu akan sqampai lebih dahulu karena hambatannya kecil
Batu dan bulu ayam akan sampai bersamaan asalkan massanya sama
Tergantung mana yang lebih besar masanya

SIPENMARU 1987
13. Sebuah pesawat terbang bergerak mendatar dengan kecepatan 200 m/s melepaskan bom dari ketinggian 500 m. Jika bom jatuh di B dan g = 10 m/s2 maka AB …
500 m
1000 m
1500 m
1750 m
2000 m
EBTANAS 2001
14. Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan 40 m/s. Jika evaluasi 600 dan percepatan gravitasi 10 m/s2 maka peluru mencapai titik tertinggi adalah :
1 s D. 3 s
1 E. 2
1/2

UAN 2003
15. Sebuah mobil bergerk lurus dengan grafik kecepatan terhadap waktu seperti pada gambar interval waktu antara 10 hingga 12 detik, mobil bergerak
Lurus diperlambat denagn perlambatan tetap 10 m/s2
Lurus dipercepat dengan percepatan 10 m/s2
Lurus dipercepat dengan percepatan 10 m/s2
Lurus diperlambat dengan perlambatan 5 m/s2
Lurus beraturan dengan kecepatan tetap ebesar 10 m/s2
UMPTN 1990
v
20


t
0 4 10 12

16. Sebuah peluru menyeberangi sungai yang lebarnya 180 m dan kecepatan arus air 4 m/s. Bila perahui diarahkan menyilang tegak lurus sungai dengan kecepatan 3 m/s, maka setelah diseberang perahu telah menempuh lintasan sejauh…
A.180 m B. 240 m C. 300 m D. 320 m E. 360 m
UMPTN 1990

17. Sebuah benda berubah gerak secara beraturan dengan kecepatan 2 m/s samapai diam, jarak yang ditempuhnya adalah 1 m. Gerak benda itu dapat ditunjukkan olweh grafik kecepatan (v) terhadap waktu (t) :
A. C. v E.v
v 2
2 2


t t
1 1 t 1


v
B. v D.2
2


t t
UMPTN 1996 1 1


18. Sebuah peluru ditembakkan dengan arah horizontal dn kecepatan awal v dan pada ketinggian h dari permukaan tanah. Jika gesekan dengan udara diabaikan, jaerak horizontal yang ditempuh peluru tergantung pada :
(1) Kecepatan awal v (3) Percepatan gravitasi
(2). Ketinggian h (4) Massa peluru
Dari pernyataan tersebut yang tepat adalah :
A. (1), (2) dan (3)
B. (1)dan (3)
C. (2) Dan (4)
D.(4) saja
E. Semuanya
PPI 1979
19. (1) Perubahan kedudukan (posisi) suatu benda dalam waktu tertentu
(2) Keseluruhan lintasan yang ditempuh
(3) Besaran vector
(4) Besaran scalar
Pernyataan di atas defenisi dari perpindahan yng benar adalah ;
A.(1),(2), dan (3)
B.(1) dan (3)
C.(2) dan (4)
D. (4) saja
E. semuanya
UMPTN 1993
20. Paeda saat bola ditempatkan vertical kea as maka:
Percepatannya berkurang
Kecepatan konstan
Percepatan konstan
Percepatan bertambah
Kecepatan bertambah
EBTANAS 2000
21. Seseorang meloncat dari lantai empat sebuah gedung yang tingginya 15 meter ke sebuah jala penyelamat. Ketika mencapai jala, maka jala akan mengalami perengangan ke bawah sejauh 1 meter. Berapa percepatan yang dialami orang tadi sejak menyentuh jala hingga berhenti…
A. 150 m/s2
B. 160 m/s2
C. 120 m/s2
D. 110 m/s2
E. 115 m/s2
22. Perhatikan pernyataan berikut :A Makin cembung kurva x-t maka makin besar laju benda.B. Makin cekung kurva x-t maka makin besar percepatan benda
C. makin cekung kurva x-t makin sukar ditentukan kecepatannya
D. Makin cekung kurva v-t makin cepat
E. makin cembung kurva x-t makin sukar ditentukan percepatannyaManakah pernyataan yang berkaitan dengan GLBB?

23. Perhatikan gambar di bawah ini.Besar perpindahan OAB adalahA 2 satuanB. -2 satuanC 14 satuanD. -14 satuanE. -16 satuan KUNCI JAWABAN
EBTANAS 2000
Dik : Seperti pada X dan Y mulai bergerak bersamaan. X ke kanan dan Y ke kiri setelah 10 sekon
X mencapai B dan Y mencapai C
Dit :VX dan Vy
X= 80-10 = 70 m
Maka :
Vx = 7m/s
Vy = -8 m/s
Jawab : B
EBTANAS 2001

Dik : X1 = 40
X2 = 100
t1 = 40
Dit : V
V =
Jawab: D
UMPTN 2000
Dik : t = 2s
h = 100 m
Dit : h2
h1 = 1/2gt = ½.10.4 = 20 m
Jadi, h2 = 100-20 = 80 m

Jawab : E
UMPTN 1993

Dik : X = 4t2 + 2t2 + 3
t = 2
Dit : a
a(t) =

a(t) = 24t+4 = 24.2 +4 = 52 m/s

Jawab: C
UMPTN 1994
Jawab ; A
EBTANAS 1999
Dik : x1 = 100 m
x2 = 80 m
t1 = 10 s
t2 = 10 s
Dit : V
V =
Jawab : A
SIPENMARU 1986
Jawab : A
UMPTN 1995

Dik : v0 = 90 km/jam
a = -1,25 m/s2
x = 200 m
Dit : v
v2 = v02 + 2ax
0 = 252 + 2(-1,25)(200)
x =
Jawab : D
UMPTN 1992
Jawab : C
SIPENMARU 1988
Jawab : C
EBTANAS 1993
Jawab : E
SIPENMARU 1987
Jawab : B
EBTANAS 2001

Dik : h = 500 m
v = 200 m
Dit : xAB
t =
Jadi, xAB = v.t = 200.10 = 2000 m
Jawab : E

UAN 2003

Dik : v0 = 40 m
g = 10 m/s2
= 600
Dit : t
t =
Jawab : E
UMPTN 1990

Dik : t1 = 10 s
t2 = 12 s
v1 = 20 m/s2
v2 = 0
Dit : a
a
Jawab : A
UMPTN 1990
Dik : vp = 3 m/s
va = 4 m/s2
Dit : xAC
Karena tegak lurus maka menggunakan persamaan vector :
vR =
Cos
Jawab : C
UMPTN 1996
Jawab : D
PPI 1979
Jawab : A
UMPTN 1993
Jawab : B
EBTANAS 2000
Jawab : C
Diketahui:h = 15 meterPerengangan jala = 1 meterJawab :Vt²= Vo²+2ghVt²= 0 + 2.10.15Vt²= 300Vt = 10√3 m/sVt²= Vo² - 2 as0 = (10√3)²- 2. a.10 = 300 - 2. a.12a = 300a = 150 m/s²
Jawab : A
Pernyataan B. Makin cekung kurva x-t maka makin besar percepatan benda. Telah kita ketahui bahwa kemiringan kurva v (delta v per delta t)
: Jawab : E
x = Xb-Xa = OB-OA = -6 – 10 = -16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( untuk kelas eksperimen 1 )

Sekolah : SMAN 2 Tebing Tinggi
Nama Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : Gerak Lurus
Kelas : X
Semester : 1(satu)
Waktu : 2 x 45 menit


Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika .

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan .
Indikator :
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan kecepatan konstan
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan percepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan kecepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan percepatan konstan

1. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara jarak dan perpindahan
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara kelajun dan kecepatan
- Siswa dapat menuliskan persamaan kelajuan Siswa dapat menuliskan persamaan kecepatan rata-rata
- Siswa dapat menuliskan persamaan kecepatan sesaat
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan pecepatan dan perljuan
- Siswa dapat menuliskan persamaan percepatan rata-rata
- Siswa dapat menuliskan persamaan perlajuan
- Siswa dapat mnyelesaikan contoh-contoh sol.
- Siswa dapat menyebutkan pengertian Gerak Lurus Beraturan
- Siswa dapat menulis persamaan GLB
- Siswa dapat melkis grafik V-t dan grafik s-t pada GLB
- Siswa dapat menyelesaikan contoh-contoh soal.

2. Materi Pembelajaran :
- Jarak dan perpindahan
- Kelajuan dan kecepatan
- Persamaan kelajuan
- Persamaan kecepatan rata-rata
- Persamaan kecepatan sesaat
- Perlajuan dan percepatn
- Pengertian Gerak Lurus Beraturan
- Persamaan GLB
- Grafik v-t dan s-t pada gerak lurus beraturan

3. Langkah-langkah Pembelajaran


No.
Kegiatan Guru
Kegiatan Sswa
Model / metode
Media / alat
Alokasi waktu
Sumber belajar
1.
Kegiatan awal
- Mmbuka pelajaran dengan memberikan salam
- Menjelaskan tujuan pembelajaran
Menjawab salam



Mendengarkan penjelasan guru
ceramah

3’

2.
Kegiatan Inti
- Membagi satu kartu berukuran 100 cm2 persegi yang berisi jawaban atau soal tentang materi pembelajaran kepada masing-masing siswa secara acak
- Mempersilahkan siswa kembali ke tempat duduknya semula dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang diterimanya.
- Mempersilahkan siswa untuk mencari pasangan kartunya dari antara teman-temannya satu kelas. Siswa yang tidak berhasil mendapatkan pasngannya mendapat hukuman berupa tambahan satu kartu lagi.
- Membentuk kelompok dari antara siswa yang telah mendapatkan pasangannya
- Menjelaskan kembali materi yang dibahas

-Mengoreksi hasil pekerjaan siswa dan memberikan penilaian
Menerima kartu dari guru dengan tertib







Memikirkan jawaban atau soal yang diterimanya




Mencari pasangan kartu dengan tertib dan teratur.









- mendiskusikan tentang jawaban atau soal dari masing-masing kartu.
- mengevaluasi jawaban atau soal yang mereka dapatkan.
- Mengembalikan hasil kerja mereka pada guru

Kooperatif teknik mencari pasangan
Kartu berukuran 100 cm2
60 ‘
Buku Fisika Karangan Marthen Kanginan, dan karangan Bob Foster

3.
Kegiatan akhir
- Menyimpulkan
-Mendengarkan


27’


materi yang telah dibahas
- memberikan pos tes
- memberikan salam penutup

penjelasan guru dengan tenang
Mengerjakan pos tes
- menjawab salam





4. Model Pembelajaran
Model pembelajaran kooperatif Teknik Mencari Pasangan

5. Media Pembelajaran
v Spidol
v Kartu berukuran persegi 100 cm2
v Kertas grafik

6. Penilaian dan Tindak Lanjut
5.1.Penilaian : tes lisan, tugas individu, tugas kelompok, ulangan harian. .
5.2. Tindak lanjut
5.2.1.Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
5.2.2.Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
5.2.3.Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

7. Sumber Bacaan
.
v Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.
























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( untuk kelas kontrol 1 )

Sekolah : SMAN 2 Tebing Tinggi
Nama Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : Gerak Lurus
Kelas : X
Semester : 1(satu)
Waktu : 2 x 45 menit


Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika .

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan .
Indikator :
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan kecepatan konstan
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan percepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan kecepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan percepatan konstan

Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara jarak dan perpindahan
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara kelajun dan kecepatan
- Siswa dapat menuliskan persamaan kelajuan
- Siswa dapat menuliskan persamaan kecepatan rata-rata
- Siswa dapat menuliskan persamaan kecepatan sesaat
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan pecepatan dan perljuan
- Siswa dapat menuliskan persamaan percepatan rata-rata
- Siswa dapat menuliskan persamaan perlajuan
- Siswa dapat mnyelesaikan contoh-contoh sol.
- Siswa dapat menyebutkan pengertian Gerak Lurus Beraturan
- Siswa dapat menulis persamaan GLB
- Siswa dapat melkis grafik V-t dan grafik s-t pada GLB
- Siswa dapat menyelesaikan contoh-contoh soal.


2. Materi Pembelajaran :
- Jarak dan perpindahan
- Kelajuan dan kecepata
- Persamaan kelajuan
- Persamaan kecepatan rata-rata
- Persamaan kecepatan sesaat
- Perlajuan dan percepatn
- Persamaan kecepatan sesaat
- Pengertian Gerak Lurus Beraturan
- Persamaan GLB
- Grafik v-t dan s-t pada gerak lurus beraturan

2. Langkah-langkah Pembelajaran


No.
Kegiatan guru
Kegiatan siswa
Model/strategi
Media
waktu
S sumber belajar
1
Kegiatan awal
- Membuka pelajaran dengan salam
- memberi pre-tes
-mengingatkan masalah poko bahasan

-menyambut salam guru
-menyelesaikan soal pre-tes
-mendengarkan penjelasan guru



10’











2
Kegiatan inti
-Apersepsi dan motivasi
-menjelaskan perbedaan antara kelajuan dn kecepatan
-menginformasikan persamaan kelajuan
-menjelskan persamaan kecepatan rata-rata
-menginformasikan persamaan kecepatan sesaat
-menginformasikan persamaan kelajuan
-menginformasikan persamaan kecepatan sesaat
Memperhatikan penjelsasan guru guru
-memperhatikan penjelasan guru
memperhatikan penjelasan guru
memperhatikan penjelasan guru

memperhatikan penjelasan guru
Model konvensional / ceramah
Kartu berukuaran persegi 100 cm2, spidol
60’
Buku Fisika Karangan Marthen kanginan dan karangan Bob Foster














3
Kegiatan akhir
- Memberi tugas untuk dikerjakan saat ini




20’








3. Model Pembelajaran
Model pembelajaran kooperatif Teknik Mencari Pasangan

4. Media Pembelajaran
v Spidol
v Kartu berukuran persegi 100 cm2
v Kertas grafik

5. Penilaian dan Tindak Lanjut
5.1.Penilaian : tes lisan, tugas individu, tugas kelompok, ulangan harian. .
5.2. Tindak lanjut
5.2.1.Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
5.2.2.Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
5.2.3.Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

6. Sumber Bacaan
.
v Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( untuk kelas eksperimen 2 )

Sekolah : SMAN 2 Tebing Tinggi
Nama Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : Gerak Lurus
Kelas : X
Semester : 1(satu)
Waktu : 2 x 45 menit


Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika .

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan .
Indikator :
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan kecepatan konstan
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan percepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan kecepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan percepatan konstan

1. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan (glbb)
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan GLBB dipercepat dan GLBB diperlambat
- Siswa dapat melukiskan persamaan GLBB dipercepat
- Siswa dapat menuliskan persamaan GLBB diperlambat
- Siswa dapat melukiskan grafik v-t dan grafik s-t pada GLBB
- Siswqa dapat menylesaikan contoh-contoh soal
- Siswa dapat menjelaskan pengertian contoh grafik gerak parabola
- Siswa dapat menurunkan persamaan dari grafik gerk parabola sumbu-x
- Siswa dapat menurunkan persamaan dari grafik gerak parabola sumbu-y
- Siswa dapat menjelaskan persamaan titik-titik istimewa gerak parabola

2. Materi Pembelajaran :
- Pengertian GLBB
- Persamaan GLBB dipercepat dan GLBB diperlambat
- Grafik v-t dan s-t pada GLBB
- Perbedaan antara gerak vertical ke atas dan gerak vertical ke bawah
- Pengertian gerak parabola
- Contoh grafik parabola
- Persamaan-persamaan dari grafik parabola pada sumbu-x
- Persamaan –persamaan dari grafik parabola pada sumbu-y
- Titik istimewa gerak parabola

3. Langkah-langkah Pembelajaran

No.
Kegiatan Guru
Kegiatan Sswa
Model / metode
Media / alat
Alokasi waktu
Sumber belajar
1.
Kegiatan awal
- Mmbuka pelajaran dengan memberikan salam
- Menjelaskan tujuan pembelajaran
Menjawab salam



Mendengarkan penjelasan guru
ceramah

3’

2.
Kegiatan Inti
- Membagi satu kartu berukuran 100 cm2 persegi yang berisi jawaban atau soal tentang materi pembelajaran kepada masing-masing siswa secara acak
- Mempersilahkan siswa kembali ke tempat duduknya semula dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang diterimanya.
- Mempersilahkan siswa untuk mencari pasangan kartunya dari antara teman-temannya satu kelas. Siswa yang tidak berhasil mendapatkan pasngannya mendapat hukuman berupa tambahan satu kartu lagi.
- Membentuk kelompok dari antara siswa yang telah mendapatkan pasangannya
- Menjelaskan kembali materi yang dibahas

-Mengoreksi hasil pekerjaan siswa dan memberikan penilaian
Menerima kartu dari guru dengan tertib







Memikirkan jawaban atau soal yang diterimanya




Mencari pasangan kartu dengan tertib dan teratur.









- mendiskusikan tentang jawaban atau soal dari masing-masing kartu.
- mengevaluasi jawaban atau soal yang mereka dapatkan.
- Mengembalikan hasil kerja mereka pada guru

Kooperatif teknik mencari pasangan / diskusi , ceramah
Kartu berukuran 100 cm2
60’
Buku Fisika Karangan Marthen Kanginan, dan Karangan Bob Foster


Kegiatan Akhir
- Menyimpulkan

-Mendengarkan


27’


materi yang telah dibahas
- memberikan pos tes
- memberikan salam penutup

-
penjelasan guru dengan tenang
Mengerjakan pos tes
- menjawab salam




4. Model Pembelajaran
Model pembelajaran kooperatif Teknik Mencari Pasangan

5. Media Pembelajaran
v Spidol
v Kartu berukuran persegi 100 cm2
v Kertas grafik

6. Penilaian dan Tindak Lanjut
5.1.Penilaian : tes lisan, tugas individu, tugas kelompok, ulangan harian. .
5.2. Tindak lanjut
5.2.1.Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
5.2.2.Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
5.2.3.Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

7. Sumber Bacaan
.
v Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( untuk kelas kontrol 2 )

Sekolah : SMAN 2 Tebing Tinggi
Nama Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : Gerak Lurus
Kelas : X
Semester : 1(satu)
Waktu : 2 x 45 menit


Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika .

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan .
Indikator :
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan kecepatan konstan
· Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan percepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan kecepatan konstan
· Menganalisis grafik gerak lurus dengan percepatan konstan

1. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan (glbb)
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan GLBB dipercepat dan GLBB diperlambat
- Siswa dapat melukiskan persamaan GLBB dipercepat
- Siswqa dapat menuliskan persamaan GLBB diperlambat
- Siswa dapat melukiskan grafik v-t dan grafik s-t pada GLBB
- Siswqa dapat menylesaikan contoh-contoh soal
- S iswa dapat menjelaskan pengertian contoh grafik gerak parabola
- Siswa dapat menurunkan persamaan dari grafik gerk parabola sumbu-x
- Siswa dapat menurunkan persamaan dari grafik gerak parabola sumbu-y
- Siswa dapat menjelaskan persamaan titik-titik istimewa gerak parabola

2. Materi Pembelajaran :
- Jarak dan perpindahan
- Kelajuan dan kecepatan
- Persamaan kelajuan
- Persamaan kecepatan rata-rata
- Persamaan kecepatan sesaat
- Perlajuan dan percepatn
- Persamaan kecepatan sesaat
- Pengertian Gerak Lurus Beraturan
- Persamaan GLB
- Grafik v-t dan s-t pada gerak lurus beraturan

3. Langkah-langkah Pembelajaran


No.
Kegiatan guru
Kegiatan siswa
Model/strategi
Media/sumber
waktu
Sumbr belajar
1
Kegiatan awal
- Membuka pelajaran dengan salam
- memberi pre-tes
-mengingatkan masalah pokok bahasan

-menyambut salam guru
-menyelesaikan soal pre-tes
-mendengarkan penjelasanguru
ceramah

10’











2
Kegiatan inti
-Apersepsi dan motivasi
-menjelaskan perbedaan antara kelajuan dn kecepatan
-menginformasikan persamaan kelajuan
-menjelskan persamaan kecepatan rata-rata
-menginformasikan persamaan kecepatan sesaat
-menginformasikan persamaan kelajuan
-menginformasikan persamaan kecepatan sesaat
Memperhatikan penjelsasan guru guru
-memperhatikan penjelasan guru
memperhatikan penjelasan guru
memperhatikan penjelasan guru

memperhatikan penjelasan guru
Model konvensional / ceramah
Spidol, papan tulis
50’
Buku Fisika Karangan Marthen Kanginan, ,dan karangan Bob Foster
















3
Kegiatan akhir
Memberi tugas unutk dikerjakan hari ini




30’








3. Model Pembelajaran
Model pembelajaran kooperatif Teknik Mencari Pasangan

4. Media Pembelajaran
v Spidol
v Kartu berukuran persegi 100 cm2
v Kertas grafik

5. Penilaian dan Tindak Lanjut
5.1.Penilaian : tes lisan, tugas individu, tugas kelompok, ulangan harian. .
5.2. Tindak lanjut
5.2.1.Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
5.2.2.Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
5.2.3.Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

6. Sumber Bacaan
.
v Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.




1 komentar:

  1. format tulisannya kurang jelas klo langsung copast. boleh minta file downloadnya

    BalasHapus